3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian

Sinarnarasi.com — Bepergian bersama anak, baik untuk liburan, kunjungan keluarga, atau kegiatan sekolah, merupakan momen yang menyenangkan. Namun, seringkali perjalanan membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan anak, terutama pencernaan. Perubahan pola makan, kebersihan makanan, serta kondisi lingkungan bisa memicu gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, atau perut kembung. Agar liburan tetap menyenangkan, orang tua perlu menyiapkan strategi untuk menjaga kesehatan pencernaan anak. Berikut 3 tips jitu menjaga pencernaan anak saat bepergian.

1. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman

a. Bawa Bekal Sehat dan Higienis
Selama perjalanan, makanan di luar rumah tidak selalu higienis. Membawa bekal dari rumah menjadi solusi aman. Pilih makanan yang mudah dicerna, bergizi, dan tidak cepat basi, misalnya:

  • Buah segar seperti apel, pisang, atau anggur (dicuci bersih).
  • Roti gandum atau sandwich dengan isian sederhana seperti telur rebus dan sayuran.
  • Snack sehat seperti biskuit gandum atau yogurt.

Pastikan bekal disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Gunakan cooler bag atau kotak makan berinsulasi agar makanan tetap segar.

b. Perhatikan Minuman
Anak sering mudah dehidrasi selama perjalanan, terutama jika sedang aktif berjalan atau berada di cuaca panas. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Hindari minuman manis berlebihan, minuman bersoda, atau jus kemasan yang tinggi gula, karena dapat memicu diare atau perut kembung. Jika bepergian ke luar negeri, pastikan air minum aman dan bersih.

c. Hindari Makanan Baru yang Berisiko
Perjalanan terkadang membuat orang tua tergoda memberi anak makanan baru atau street food. Sebaiknya hindari memperkenalkan makanan yang sangat asing bagi sistem pencernaan anak, terutama makanan pedas, berlemak tinggi, atau sangat berbeda dari menu sehari-hari.

d. Atur Jadwal Makan
Anak cenderung kenyang lebih cepat atau terlambat lapar saat bepergian. Usahakan tetap mempertahankan jadwal makan yang mirip dengan rutinitas sehari-hari. Makan teratur membantu pencernaan tetap lancar dan mengurangi risiko gangguan seperti sembelit atau perut kembung.

2. Jaga Kebersihan dan Higiene

a. Cuci Tangan Secara Rutin
Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet adalah kebiasaan paling penting untuk mencegah gangguan pencernaan. Gunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer bila air bersih sulit didapat. Anak perlu diajarkan teknik cuci tangan yang benar, termasuk sela-sela jari dan kuku.

b. Pilih Tempat Makan Aman
Jika harus makan di luar rumah, pilih tempat makan yang bersih dan memiliki reputasi baik. Perhatikan kebersihan meja, alat makan, dan kondisi makanan. Hindari makanan yang terlihat tidak segar atau sudah lama disimpan.

c. Perhatikan Kebersihan Buah dan Sayuran
Buah dan sayur harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Jika bepergian ke daerah dengan kualitas air meragukan, sebaiknya buah dikupas atau minum air kemasan untuk mencuci buah.

d. Hindari Kontaminasi Makanan
Saat bepergian, risiko makanan terkontaminasi lebih tinggi. Pisahkan makanan mentah dan matang, serta hindari membiarkan makanan terbuka terlalu lama. Jangan lupa membawa tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan permukaan meja atau tangan anak sebelum makan.

3. Perhatikan Kesehatan Pencernaan Secara Umum

a. Berikan Camilan Berserat dan Probiotik
Serat membantu memperlancar buang air besar, sedangkan probiotik mendukung keseimbangan bakteri baik dalam usus. Pilih camilan berserat seperti buah, oatmeal, atau biskuit gandum. Untuk probiotik, yogurt atau susu fermentasi bisa menjadi pilihan yang aman bagi anak.

b. Pastikan Anak Tetap Aktif
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki di taman, bermain di tempat wisata, atau bergerak saat naik transportasi umum membantu pencernaan anak tetap lancar. Hindari anak terlalu lama duduk, karena ini dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu sembelit.

c. Perhatikan Tanda Gangguan Pencernaan
Orang tua harus sigap mengenali gejala seperti sakit perut, diare, atau muntah. Jika muncul tanda-tanda dehidrasi, demam tinggi, atau diare berkepanjangan, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Persiapkan obat-obatan ringan untuk pencernaan anak, seperti oralit atau obat anti-mual, sesuai anjuran dokter.

d. Jangan Abaikan Pola Tidur
Kurang tidur memengaruhi metabolisme dan kesehatan pencernaan anak. Upayakan anak tetap tidur cukup, meski ada perbedaan zona waktu atau jadwal perjalanan panjang.

Tips Tambahan untuk Orang Tua

  1. Siapkan Kit Kesehatan
    Bawa perlengkapan dasar seperti tisu basah, hand sanitizer, obat pencernaan, dan botol minum anak. Hal ini memudahkan orang tua menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan.
  2. Edukasi Anak Tentang Pola Hidup Sehat
    Ajarkan anak pentingnya cuci tangan, memilih makanan sehat, dan minum air cukup. Edukasi sederhana ini akan membantu anak lebih mandiri menjaga kesehatannya.
  3. Tetap Tenang dan Fleksibel
    Perjalanan kadang tidak berjalan sesuai rencana. Anak bisa rewel atau menolak makanan tertentu. Orang tua perlu fleksibel dan menyesuaikan menu atau aktivitas agar tetap mendukung kesehatan pencernaan.

Menjaga pencernaan anak saat bepergian membutuhkan persiapan matang, perhatian pada makanan dan minuman, serta kebersihan. Tiga langkah utama—memperhatikan asupan makanan dan minuman, menjaga kebersihan dan higiene, serta memastikan kesehatan pencernaan secara menyeluruh dapat mencegah gangguan pencernaan yang sering mengganggu perjalanan. Dengan persiapan yang tepat, liburan bersama anak tidak hanya menyenangkan, tetapi juga aman bagi kesehatan. Anak tetap bisa menikmati perjalanan, orang tua lebih tenang, dan pengalaman liburan menjadi momen berkesan tanpa terganggu masalah pencernaan.