Sinarnarasi.com — Memasuki era SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) 2026, ribuan siswa SMA di seluruh Indonesia mulai memikirkan jurusan kuliah yang tepat. Pilihan jurusan bukan sekadar soal minat, tetapi juga prospek karier, kapasitas kampus, dan peluang diterima. Bagi calon mahasiswa, strategi yang matang dapat meningkatkan peluang diterima sekaligus memastikan kecocokan dengan kemampuan dan minat pribadi.
Menurut data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), jurusan favorit seperti Kedokteran, Teknik Informatika, dan Psikologi selalu menjadi primadona. Namun, persaingannya ketat dengan tingkat keketatan mencapai 1:30 atau lebih di beberapa universitas negeri. Hal ini menuntut calon mahasiswa untuk lebih realistis dalam menentukan pilihan, tidak hanya mengacu pada popularitas jurusan. Psikolog pendidikan, Dr. Rini Maharani, menyarankan agar siswa mulai dari memahami minat dan bakat.
“Siswa perlu mengenali apa yang benar-benar mereka kuasai dan nikmati. Ini penting agar tidak menyesal di tengah kuliah,” ujar Dr. Rini. Salah satu cara sederhana adalah dengan meninjau nilai mata pelajaran yang dikuasai dan kegiatan ekstrakurikuler yang diminati.
Selain minat, mempertimbangkan prospek karier menjadi faktor krusial. Misalnya, jurusan Teknik, Ilmu Komputer, atau Kesehatan umumnya menawarkan peluang kerja yang luas dan gaji kompetitif, sementara jurusan humaniora seperti Sastra atau Sejarah mungkin lebih menekankan pada kemampuan analisis, penelitian, atau kreatif. Portal Karier Indonesia mencatat tren meningkatnya kebutuhan profesional di bidang teknologi, data, dan kesehatan hingga 2030, sehingga jurusan terkait bidang tersebut cenderung diminati dan stabil prospeknya.
Calon mahasiswa juga dianjurkan melakukan riset terkait kampus pilihan. Fasilitas, akreditasi jurusan, dan reputasi lulusan bisa memengaruhi kualitas pendidikan dan peluang kerja setelah lulus.
“Seringkali siswa memilih jurusan tertentu karena nama kampusnya terkenal, tetapi akreditasi jurusan atau kualitas pengajar justru lebih menentukan,” kata Ahmad Fauzi, konselor pendidikan di Jakarta.
Strategi lain adalah menyiapkan beberapa opsi cadangan. LTMPT memberikan kesempatan memilih maksimal lima jurusan di SNBP. Mengatur jurusan pilihan berdasarkan prioritas favorit, realistis, dan cadangan dapat meminimalkan risiko gagal diterima. Misalnya, jika jurusan Kedokteran menjadi favorit, calon mahasiswa bisa menyiapkan jurusan terkait Ilmu Kesehatan atau Biologi sebagai alternatif. Konsultasi dengan alumni atau mahasiswa aktif juga bisa membantu memberikan perspektif lebih konkret. Mereka bisa berbagi pengalaman soal beban kuliah, metode belajar, dan kultur kampus, yang sering kali berbeda dari informasi resmi di situs universitas. Media sosial dan forum diskusi edukasi juga menjadi sumber informasi tambahan yang bermanfaat.
Selain faktor akademik, kondisi pribadi seperti lokasi, biaya kuliah, dan dukungan keluarga patut diperhatikan. Beberapa jurusan menuntut komitmen waktu dan biaya lebih besar, misalnya Kedokteran atau arsitektur. Mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan finansial dan minat bisa mencegah stres berlebih di masa kuliah. Di era digital, calon mahasiswa bisa memanfaatkan simulasi atau aplikasi pemilihan jurusan yang berbasis minat dan kemampuan. Beberapa platform menyediakan tes bakat dan rekomendasi jurusan sesuai nilai rapor, hasil tes minat, dan tren karier. Teknologi ini membantu siswa membuat keputusan lebih objektif dan berbasis data. Penting juga untuk tidak terjebak tren atau tekanan sosial.
“Memilih jurusan bukan hanya soal apa yang sedang populer atau diinginkan teman. Kesuksesan dan kepuasan pribadi lebih penting,” tegas Dr. Rini.
Dengan pendekatan yang seimbang antara minat, kemampuan, dan prospek karier, calon mahasiswa berpeluang menempuh pendidikan tinggi dengan pengalaman lebih memuaskan.
Sebagai penutup, tips praktis memilih jurusan SNBP 2026 dapat dirangkum menjadi lima langkah: kenali minat dan bakat, riset prospek karier, evaluasi kualitas kampus dan jurusan, siapkan opsi cadangan, serta manfaatkan teknologi dan konseling. Persiapan matang sejak awal bukan hanya meningkatkan peluang diterima, tetapi juga memastikan jurusan yang dipilih selaras dengan tujuan jangka panjang dan kepuasan pribadi.