Dugaan Big Planet Made-INB100 Tak Gaji Artis-artisnya

Sinarnarasi.com — Belakangan ini jagat K‑Pop dihebohkan oleh isu serius terkait dugaan keterlambatan atau bahkan tidak dibayarnya honor kepada beberapa artis papan atas yang bernaung di bawah label Big Planet Made, INB100, dan perusahaan induknya, One Hundred. Isu ini langsung menarik perhatian penggemar dan pelaku industri karena melibatkan nama‑nama besar seperti Taemin (SHINee), Baekhyun (EXO), Chen dan Xiumin (EXO‑CBX), serta grup THE BOYZ.

Awal Mula Isu

Isu ini mencuat setelah media Korea menyampaikan laporan investigatif bahwa sejumlah artis yang berada di bawah payung ONE HUNDRED Label dan anak perusahaannya termasuk Big Planet Made dan INB100 belum menerima pembayaran yang seharusnya mereka terima atas pekerjaan, tur, penampilan, dan kegiatan lain yang telah mereka lakukan. Menurut laporan tersebut, para artis ini telah aktif bekerja dan tampil dalam berbagai kegiatan sejak paruh kedua tahun lalu, namun sejumlah pembayaran honor yang seharusnya sudah dibayarkan hingga kini belum tuntas ditransfer kepada mereka masing‑masing. Lebih jauh, laporan tersebut juga menyinggung kondisi keuangan grup perusahaan yang dianggap tidak sehat, termasuk klaim bahwa utang perusahaan lebih besar dibandingkan asetnya, yang memicu kekhawatiran banyak pihak tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada para artis yang dibawahinya.

Artis Terkait dalam Isu Ini

Dalam laporan yang beredar, beberapa artis disebutkan secara spesifik sebagai pihak yang belum menerima pembayaran penuh mereka:

  • Taemin (SHINee) — disebut belum menerima bagian dari pendapatan tur besar yang dilakukannya sebagai solois sejak ia bergabung dengan Big Planet Made.
  • Baekhyun — artis yang labelnya yakni INB100 dimiliki oleh ONE HUNDRED juga dilaporkan dalam posisi yang sama.
  • Chen dan Xiumin — dua anggota EXO lainnya dilaporkan juga belum menerima sejumlah honor yang menjadi hak mereka.
  • THE BOYZ — grup ini juga disebut dalam laporan media sebagai pihak yang mengalami keterlambatan pembayaran honor.

Laporan itu memicu perdebatan di kalangan fans dan analis industri tentang bagaimana label dan agensi besar mengelola komitmen keuangan mereka terhadap artis, terutama ketika para artis tersebut terus bekerja dan menghadirkan pendapatan melalui tur dan aktivitas global mereka.

Respon Pihak One Hundred

Menanggapi laporan tersebut, pihak One Hundred Label secara resmi membantah keras tuduhan bahwa mereka tak membayar honor artis. Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa isu yang dibesar‑besarkan adalah hasil dari laporan yang belum melalui pemeriksaan fakta yang memadai, dan banyak bagian dari artikel itu yang dinilai tidak sesuai kenyataan. Lebih lanjut, perusahaan menyebut bahwa kegiatan administrasi terkait pembayaran kepada artis sedang dalam proses normal sesuai kontrak dan status aktivitas masing‑masing artis. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada konflik antara label dan artis, serta bahwa seluruh artis dan pegawai tetap aktif bekerja seperti biasa. Pihak One Hundred bahkan berencana mengambil jalur hukum terhadap media yang menulis artikel tersebut, mengklaim bahwa pemberitaan itu merusak reputasi artis dan perusahaan tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk memberikan klarifikasi sebelum publikasi. Selain itu, mereka menyatakan akan mengajukan mediasi dengan Dewan Arbitrase Pers atas isu ini.

Mengapa Isu Ini Menjadi Sorotan?

Ada beberapa alasan mengapa dugaan keterlambatan atau ketidakpembayaran honor ini menjadi fokus perhatian besar: Artis yang Terlibat adalah Nama Besar
Taemin dan para anggota EXO memiliki basis penggemar global yang sangat besar. Ketika isu terkait keuangan muncul, dampaknya tidak hanya di Korea tetapi juga di komunitas fans internasional. Industri K‑Pop Sedang Diwajibkan Lebih Transparan Belakangan, ada tekanan yang meningkat terhadap agensi K‑Pop untuk lebih transparan dalam hal kontrak, pembayaran, dan pembagian keuntungan terhadap artis, terutama karena banyak artis telah bekerja keras dalam tur dunia dan pendapatan digital yang meningkat pesat. Kekhawatiran Fans akan Kestabilan Karier Artis
Ketika kabar keterlambatan pembayaran beredar, otomatis penggemar mulai cemas tentang masa depan artis favoritnya apakah mereka akan tetap fokus pada karier, atau justru terhambat karena isu administratif.

Kondisi Keuangan Perusahaan dan Dampaknya

Laporan media yang mengulas isu ini tidak hanya fokus pada artis tetapi juga menyinggung kondisi finansial organisasi yang menaungi mereka. Klaim bahwa aset perusahaan lebih kecil dibanding utangnya memberi sinyal bahwa ada tekanan ekonomi yang memengaruhi arus kas label tersebut. Hal ini memberikan konteks mengapa pembayaran honor artis bisa tertunda meskipun pihak perusahaan sendiri membantah adanya masalah kelayakan finansial yang ekstrem.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Isu ini masih dalam tahap perkembangan. Pihak manajemen telah menegaskan bahwa tidak ada masalah kontrak atau gaji yang belum dibayar secara substansial, dan mereka berencana menempuh jalur hukum terhadap laporan yang dianggap merugikan reputasi mereka dan artisnya. Sementara itu, media yang melaporkan dugaan ini dan sumber industri terus menarik perhatian publik untuk melihat apakah klaim keterlambatan pembayaran itu benar atau dibesar‑besarkan. Bagi para penggemar dan pengamat industri musik, kejadian ini menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana label dan agensi K‑Pop menangani komitmen mereka terhadap artis, khususnya dalam hal pembayaran yang adil dan tepat waktu. Di tengah popularitas global yang semakin meningkat, isu semacam ini menunjukkan bahwa aspek bisnis di balik gemerlap panggung juga tak kalah penting untuk diawasi.